Kita, tidak lebih hanya hidup berpura-pura
dulu kita berpura-pura bertemu, berpura-pura mengenal
di sebuah tempat yang pura-puranya mempertemukan kita
lalu aku berpura-pura jatuh cinta padamu, 
cinta yang pura-pura...
pura-pura aku mendekatimu, kau berpura-pura menyambutku
kemudian dalam kepura-puraan kita bersatu
bersatu yang pura-pura

Kau berpura-pura jatuh cinta juga padaku, 
aku pura-pura bahagia
pura-pura melalui hari demi hari bersama
bersama yang pura-pura
tak jarang kita pura-pura bertengkar, 
bercanda pura-pura,
tertawa pura-pura, 
pura-pura menangis,
bersedih bersama pura-pura, 
pura-pura bahagia bersama
bersama yang pura-pura

Setelah lama waktu pura-pura berlalu, 
aku pura-pura tak mengubah cintaku
kau berpura-pura,pura-pura masih sangat mencintaiku,
kau berpura-pura,pura-pura hanya aku yang kau cintai,
kau berpura-pura,pura-pura tak ada seseorang yang lebih kau cintai dariku,

lalu kau tiba-tiba pura-pura berusaha menjauh dariku,
aku pura-pura berusaha bersabar dengan sikapmu
akhirnya kau pura-pura ingin berpisah denganku
dalam itu kau pura-pura bimbang ragu
lalu aku pura-pura membiarkanmu memilih jalanmu
lalu kau pura-pura berat hati meninggalkanku
namun akhirnya kau pura-pura pergi dariku, aku pura-pura melepasmu

aku pura-pura patah hati karenamu, 
pura-pura jatuh sejatuh-jatuhnya
pura-pura sakit sesakit-sakitnya, 
pura-pura merasa kehilangan asa

beberapa lama pura-pura berlalu, aku pura-pura tetap mencintaimu
aku pura-pura bertahan sendiri tanpamu,
berpura-pura tak dapat jatuh cinta pada selainmu,
pura-pura menyimpan sendiri rasa cintaku, cinta yang pura-pura
pura-pura menunggumu, menunggu yang pura-pura
dan aku berpura-pura sering bertanya-tanya akanmu
apakah kau berpura-pura tak lagi mencintaiku?!

Dan kini pura-pura kutulis sebagian yang terjadi, terjadi yang pura-pura
dalam sajak yang penuh pura-pura, pura-pura sajak.

0 komentar:

Posting Komentar